SEKILAS INFO
  • 3 tahun yang lalu / Launching web pondok pesantren putri Darul Fikri Bawen
WAKTU :

Besok Saja Sedekahnya, Sekarang untuk Hidup Masih Kekurangan

Terbit 16 Juni 2021 | Oleh : admin | Kategori : Ibadah
Besok Saja Sedekahnya, Sekarang untuk Hidup Masih Kekurangan

“Besok saja kalau sudah kaya bersedekah. Sekarang untuk hidup saben hari saja masih kekurangan kok bersedekah?”

Pernah mendengar ucapan seperti itu? Biasanya ucapan seperti itu keluar dari seseorang ketika diajak untuk bersedekah atau sekadar ngobrol soal sedekah. Kondisi hidupnya yang tidak kaya sering menjadi alasan untuk tidak bersedekah.

Padahal untuk bersedekah tidak harus kaya dulu.Untuk bersedakah tidak perlu menunggu kalau sudah banyak duitnya.Bersedekah itu sesuai kadar kemampuanya.Bukankankah Allah tidak membebani hambanya melainkan sesuai kemampuannya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannyan.” (Quran Surat Al-Baqarah : 286)

Kalau mampunya sedekah satu juta, sedekahlah satu juta. Kalau mampunya sedekah seratus ribu ya sedekahlah seratus ribu. Kalau mampunya sedekah sepuluh ribu ya sedekahlah sepuluh ribu. Kalau memang mampunya baru sedekah seribu rupiah ya tidak apa apa sedekah seribu rupiah.

Nilai pahala sedekah itu tidak ditentukan oleh nominalnya tapi oleh kadar kemampuanya (perbandingan antara yang disedekahkan dengan apa yang dimiliki).

Jadi, jangan karena kondisi hidup yang masih pas pasan,belum kaya raya lalu meninggalkan bersedekah. Tetaplah bersedekah sesuai kadar kemampuanya.Karena bersedekah itu sangat besar manfaatnya kelak di yaumul akhir.

Rasulullah bersabda, “Jagalah dirimu dari neraka meskipun dengan (sedekah) separuh biji kurma.” (HR : Bukhari).

Hadits ini menunjukan tentang pentingnya bersedekah. Hingga seandainya seseorang tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan kecuali separuh biji kurma, hendaknya tetap bersedekah. Yakni dengan bersedekah separuh biji kurma tersebut.

Dalam hadits yang lain, juga dikatakan,”Setiap orang pasti akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Saat itu tidak ada penerjemah antara keduanya. Ia melihat ke arah kananya dan tidak menjumpai apapun kecuali amal perbuatan yang selama ini diperbuat. Lalu ia melihat ke arah kirinya dan ia tidak menjumpai apapun kecuali amal yang ia perbuat. Selanjutnya ia melihat ke arah depannya dan ia tidak melihat apapun kecuali api di hadapan wajahnya. Maka jauhilah api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) separuh butir kurma.” (HR :Bukhari).

Sekecil apapun sedekah itu, kelak di akhirat ia akan menjadi benteng penyelamat dari panasnya api neraka. Wallahu A’lam.

SebelumnyaAntara Fitrah Iman dan Tabiat Kekafiran SesudahnyaBerlindung dari Jiwa yang Tidak Kenyang

Tausiyah Lainnya